-->

Ads 720 x 90

Dongeng: Buaya dan Burung Plover

Dongeng anak-anak

Cerita Dongeng Sebelum Tidur: Buaya dan Burung Plover

Di sebuah sungai yang tenang dan dalam, terdapat begitu banyak buaya. Ada seekor kelinci mendengar suara tangisan buaya. Semakin lama tangisan itu semakin keras. Kelinci yang sedang asyik menikmati kangkung di tepian sungai pun penasaran. Tidak biasanya buaya menangis sedemikian keras.


Ternyata yang menyebabkan buaya menangis adalah giginya yang sakit. Kelinci yang mengetahui bahwa buaya adalah pemakan daging, tidak berani mendekat. Ia hanya menunggu di sisi sungai sambil menjaga jarak.

“Tolong aku kelinci, gigiku sakit sekali.” Tidak pernah buaya tampak begitu memelas.

Kelinci berpikir, tidak mungkin aku masuk ke dalam mulut buaya dan memeriksa giginya yang sakit, walaupun buaya itu sudah kenyang, merasakan ada kelinci di dalam mulutnya, bisa saja aku langsung dikunyah dan ditelannya.

Kelinci lalu memikirkan cara agar ia dapat menolong buaya namun tanpa mengorbankan dirinya. Kelinci ingat, ia memiliki teman seekor burung plover.

“Burung Plover, ada seekor buaya yang sedang sakit gigi. Aku kan tidak bisa berenang. Sementara kau bisa terbang dan hinggap di

mana pun yang kau suka. Bisakah kau melihat gigi buaya itu dan memeriksa sakitnya. Jika kau bisa memberinya obat, kau akan diberi cacing kesukaanmu dan makanan lain yang enak oleh buaya?

Burung plover yang kebetulan sedang lapar pun menerima tawaran kelinci. Burung plover masuk ke dalam mulut buaya yang menganga lebar. Burung plover dengan teliti memeriksa satu per satu gigi buaya. Tidak berapa lama, burung plover menemukan penyebab buaya sakit gigi.

“Buaya, di sela-sela gigimu banyak sekali cacing dan sisa-sisa makanan yang menempel. Kau tidak perlu obat, cacing dan sisa makanan yang ada di sela gigimu akan kumakan, dengan begitu gigimu tidak sakit lagi dan aku akan merasa kenyang.” Kelinci dapat bernapas lega. Idenya berbuah hasil. Buaya tidak akan sakit gigi lagi. Burung plover juga akan mudah mendapatkan makanan.

Buaya lain yang mengetahui hal itu, bermunculan ke permukaan. Mereka meminta tolong pada burung plover untuk membersihkan gigi mereka. Dengan senang hati burung plover memanggil semua teman-temannya untuk membantu para buaya. Ada yang hinggap di punggung, di kepala, ataupun di mulut buaya untuk mematuk-matuk makanan sisa dan hewan-hewan kecil yang mengganggu buaya.

Buaya sangat senang dan berterima kasih pada burung plover. Tidak ada seekor buaya pun yang memangsa plover, walaupun bukan hal yang sulit bagi buaya untuk mengunyah burung yang sudah berada di dalam mulutnya. Begitu juga dengan plover, ia merasa sangat senang membantu buaya karena ia kenyang dengan makanan yang ia dapat dari mulut buaya.

Kelinci lalu memikirkan cara agar ia dapat menolong buaya namun tanpa mengorbankan dirinya. Kelinci ingat, ia memiliki teman seekor burung plover.

“Burung Plover, ada seekor buaya yang sedang sakit gigi. Aku kan tidak bisa berenang. Sementara kau bisa terbang dan hinggap di

mana pun yang kau suka. Bisakah kau melihat gigi buaya itu dan memeriksa sakitnya. Jika kau bisa memberinya obat, kau akan diberi cacing kesukaanmu dan makanan lain yang enak oleh buaya?

Burung plover yang kebetulan sedang lapar pun menerima tawaran kelinci. Burung plover masuk ke dalam mulut buaya yang menganga lebar. Burung plover dengan teliti memeriksa satu per satu gigi buaya. Tidak berapa lama, burung plover menemukan penyebab buaya sakit gigi.

“Buaya, di sela-sela gigimu banyak sekali cacing dan sisa-sisa makanan yang menempel. Kau tidak perlu obat, cacing dan sisa makanan yang ada di sela gigimu akan kumakan, dengan begitu gigimu tidak sakit lagi dan aku akan merasa kenyang.” Kelinci dapat bernapas lega. Idenya berbuah hasil. Buaya tidak akan sakit gigi lagi. Burung plover juga akan mudah mendapatkan makanan.

Buaya lain yang mengetahui hal itu, bermunculan ke permukaan. Mereka meminta tolong pada burung plover untuk membersihkan gigi mereka. Dengan senang hati burung plover memanggil semua teman-temannya untuk membantu para buaya. Ada yang hinggap di punggung, di kepala, ataupun di mulut buaya untuk mematuk-matuk makanan sisa dan hewan-hewan kecil yang mengganggu buaya.

Buaya sangat senang dan berterima kasih pada burung plover. Tidak ada seekor buaya pun yang memangsa plover, walaupun bukan hal yang sulit bagi buaya untuk mengunyah burung yang sudah berada di dalam mulutnya. Begitu juga dengan plover, ia merasa sangat senang membantu buaya karena ia kenyang dengan makanan yang ia dapat dari mulut buaya.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

JANGAN LEWATKAN INI

Post a Comment

Berlangganan Artikel terbaru
banner